PSG v MU: Sejarah Menawarkan Sedikit Harapan

Pasukan Manchester United dalam jalur mencetak sejarah bila mereka bisa membalikkan kekalahan 2-0 di leg pertama untuk mencapai perempat final Liga Champions. Lawan yang dihadapi tuan rumah Paris Saint-Germain.

Seperti dilansir soccerway.com, pada hari Rabu waktu setempat Ole Gunnar Solskjaer United bertandang ke Paris tanpa 10 pemain utama yang cedera, di tambah lagi Paul Pogba yang diskors. Ia pun memboyong lima pemain muda dalam skuat Setan Merah.

PSG memimpin atas raksasa Inggris itu berkat dua gol Presnel Kimpembe dan Kylian Mbappe pada leg pertama di Old Trafford.

Tapi, melihat rekor bagus United baru-baru ini di pertandingan sistem gugur Liga Champions memberikan sedikit sumber untuk membuat Young dkk optimisme.

Selain itu, tidak ada tim yang pernah maju dari babak sistem gugur di Liga Champions setelah kehilangan leg pertama di kandang dengan dua gol atau lebih.

Berikut ini beberapa catatan yang dilansir opta terkait laga PSG v MU:

34 – Tidak ada klub yang pernah maju ke babak berikutnya Liga Champions setelah kehilangan pertandingan pertama babak sistem gugur di kandang dengan dua gol atau lebih dalam 34 pertandingan sebelumnya.

1 – PSG hanya kehilangan satu dari 16 pertandingan Liga Champions terakhir mereka di kandang (menang 10, seri lima), tetapi kekalahan itu terjadi di babak 16 musim lalu melawan Real Madrid (2-1).

3 – Margin kekalahan terberat yang hilang dari United karena pertandingan Eropa dua kali adalah tiga gol. Itu terjadi di semi-final Piala Eropa 1957-58 melawan AC Milan (agregat 5-2), dan Piala 16-1 Winners Cup 16-1 dengan Atletico Madrid (agregat 4-1).

1 – United baru menang satu dari 10 pertandingan terakhir Liga Champions (seri tiga, kalah enam), dengan kemenangan 3-0 atas Olympiakos Maret 2014 di Old Trafford. Kemenangan tandang terakhir mereka di fase sistem gugur adalah delapan tahun lalu melawan Schalke (2-0), pada bulan April 2011.

6 – Kylian Mbappe dari PSG telah mencetak gol dalam enam dari tujuh penampilannya di Liga Champions melawan klub-klub Inggris (total enam gol). Dia telah mencetak 14 kali di kompetisi elit Eropa, dua lebih banyak dari pemain U-21 lainnya yang pernah mencetak gol. Karim Benzema adalah yang terbaik berikutnya, setelah mencetak 12 sebagai pemain U-21.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *